Media Digital dan Masyarakat

China dan Amerika Serikat merupakan negara pengguna internet terbanyak di dunia. Namun, dalam hal persentase pengguna internet yang menggunakan jaringan sosial, Brazil dan Indonesia menempati urutan pertama dan kedua. Persentase pengguna situs jejaring sosial di Brazil dan Indonesia berada di 87,6 % dan 87,5 %, masing-masing dari jumlah total pengguna internet. (Sumber: According to e-Marketer’s “Social Networking Sites and UGC” study of 2013).

Selain menjadi pengguna setia Facebook dan Twitter, Indonesia juga host dari berbagai komunitas blogger yang sering mengadakan pertemuan rutin, seperti Pesta Blogger dan Blogger Conference, di mana mereka berbagi informasi dan pengetahuan. Masyarakat seperti itu ada di seluruh negeri, di kota-kota seperti Jakarta, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.

Tidak semua media yang mendirikan situs User Generated Content (UGC) mempunyai peringkat dan populer di Indonesia. Namun, media sudah mulai mendirikan untuk memungkinkan peningkatan partisipasi dan interaksi di situs Web mereka. Salah satu contoh Kompas.com, Kompas Group dikembangkan oleh konglomerat di negeri ini, telah mengubah website menjadi portal web. Salah satu situs mereka yang populer, adalah Kompasiana.com, di mana konten merupakan kontribusi sepenuhnya oleh pengguna pihak ketiga.

Tempo Grup mengganti nama situsnya yang tadinya Tempo.co.id menjadi Tempo.co. Mereka selalu mengkonsolidasikan semua publikasi ke dalam goupnya, termasuk majalah Tempo. Portal ini juga sekaligus mengatur kesempatan bagi pengunjung untuk posting blog mereka sendiri. Dari sudut pandang manajemen, administrator majalah Tempo, Koran Tempo, dan Tempo.co bekerja secara independen berkaitan dengan pembuatan konten. Devisi Tempo.co, sekarang membuat upaya untuk mengembangkan website sebagai unit bisnis terpisah.

Website dengan UGC Terpopuler di Indonesia, 2013
Suber: Alexa

Jejaring Sosial

Indonesia termasuk tiga besar di dunia dalam hal jumlah pengguna Facebook. Pada tahun 2012, kenaikan tertinggi dalam jumlah pengguna Twitter di dunia mencapai 44,2 % itu terjadi di Indonesia, menurut data dari e-Marketer Juni 2013. Jejaring sosial internasional paling populer di Indonesia adalah, Facebook, YouTube, Twitter, dan LinkedIn. Untuk lokal yang masuk 5 besar paling populer adalah Indowebster atau IDWS, webserver multimedia lokal yang menawarkan file sharing dan hosting, di mana anggota dapat meng-upload dan men-download gambar, video, dan data.


Jejaring Sosial Paling Populer di Indonesia, 2013
Sumber: e-Marketer, 2013

Berita Di Media Sosial

Potensi bahwa media sosial harus menjangkau khalayak luas telah diakui oleh pengelola media. Bahkan partai-partai politik, politisi, menteri, dan berbagai website kementerian sering memiliki Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya. Account yang dibuat untuk menyampaikan berita dan informasi mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam berita misalnya, pengguna atau pengunjung ke situs-situs berita seperti Kompas.com dan Tempo.co ditawarkan kesempatan untuk mengirim berita ke akun Facebook atau Twitter mereka. Hal yang sama juga terjadi pada partai-partai politik dan politisi, yang mempublikasikan kegiatan mereka di media sosial.

Sebuah penelitian di Indiana University, membandingkan penggunaan media sosial dalam partisipasi politik di lima negara di Asia (Indonesia, Taiwan, China, Thailand, dan Jepang), menemukan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pangsa tertinggi pengguna jejaring sosial (71,6 %) yang menggunakan media sosial untuk mendapatkan berita. Proporsi ini lebih tinggi dibandingkan di China (68,3 %), Jepang (64,4 %), Thailand  (61,2 %), dan Taiwan (55,7 %). 

Sumber : Mapping Digital Media: Indonesia, 13 January 2014.


Post a Comment