Apakah Perguruan Tinggi Unggulan Menjamin Kesuksesan?

Memilih jurusan dan kampus yang tepat dan sesuai dengan minat dan bakat seseorang bukanlah perkara mudah. Butuh ketelitian dan banyak kerja keras. Namum, ketika jurusan yang dipilih 'klop' dengan cita-cita di masa depan, kesuksesan berkarier dipastikan menanti.
Apakah Perguruan Tinggi Unggulan Menjamin Kesuksesan?

Munurut Ina Liem, penulis buku 7 Jurusan Bergaji Besar, langkah awal kesuksesan di dunia kerja dimulai ketika mahasiswa memilih kampus dan jurusan. Tanpa persiapan yang matang dan dibekali informasi yang mencukupi, sulit bagi seorang calon mahasiswa memiih jurusan dan kampus yang tepat.

Selain itu kita harus tau apa yang ingin kita laukan di masa depan. Apa yang ingin kita pelajari? Lalu lihat, ada nggak kampus yang bisa memfasilitasi itu. Selama ini banyak mahasiswa yang salah memilih kampus dan jurusan karena hanya berpatokan pada embel-embel kampus unggulan, mitos dan gosip, serta rayuan teman. Padahal, belum tentu kampus-kampus unggulan tersebut menyediakan jurusan atau minat mata kuliah yang ingin mereka dalami.

Lagi pula yang namanya unggulan itu sulit untuk dilihat, tidak seperti mobil, satu merek tertentu sudah pasti bagus ketimbang merek lainnya. Kita harus lihat juga course structure atau kurikulumnya seperti apa. Apakah cocok dengan mahasiswa atau tidak.

Mahasiswa yang jurusan dan kampusnya pas dengan pilihannya cenderung lebih siap di dunia kerja ketimbang mereka yang salah jurusan. 

Kampus unggulan biasanya lebih maju dalam aspek fasilitas dan kualitas dosen. Korelasinya di situ. Biaya mahal, otomatis fasilitasnya lebih lengkap. Satu level di atas rata-rata kampus. Di sisilain, dengan dukungan dosen-dosen terbaik, mahasiswa juga bisa lebih cepat pintas, meskipun tidak selalu begitu.

Selain itu, akses pendidikan di kampus unggulan bisanya lebih terbuka ketimbang kampus rata-rata. Dengan dukungan finansial yang besar, kampus-kampus-kampus ungulan bisa menyelenggarakan program pendidikan dengan lebih 'bebas'. Misalnya, bisa study tour ke singapura, dan mempunyai peralatan-peralatan lengkap untuk menunjang pembelajaran. Tetapi tentu saja biaya kuliahnya juga mahal, bisa sampai pulahan juta per tahun.

Jurusan Spesifik
Calon mahasiswa untuk tidak ragu untuk memilih jurusan yang spesifik semisal seni rupa, teknik mesin, desain, kuliner, dll. Jurusan umum seperti bahasa, sosiologi, filsafat, dll. Asalkan sesuai dengan minat dan bakat, peluang kerja di kedua jenis jurusan di atas itu sama besar. Jika mahasiswa menghayati semua materi kuliahnya, dia tentu akan menemukan sendiri bidang apa yang tepat untuk mencurahkan potensi dirinya dan sukses di bidang itu.

Tentu saja kampus unggulan tidak sepenuhnya menjamin mahasiswa mudah untuk diterima kerja. Ada dua faktor yang bisa menentukan, pertama adalah faktor kemampuan dari calon karyawan. Kedua, adalah keberuntungan.
Langkah awal seorang mahasiswa sukses di dunia kerja dimulai ketika mahasiswa memilih kampus dan jurusan yang tepat.
Sumber: Christian Dior, MediaIndonesia.com dan jurusanku.com


2 komentar

Sepakat dengan apa yang saudara uraikan di atas. akan tetapi, kita perlu mendefinisikan indikator "Perguruan TInggi Unggulan" itu seperti apa dan "Kesuksesan" itu seperti apa? Kalo yang di maksud muara dari semua kesuksesan itu adalah diterima kerja soerang lulusan maka perguruan tinggi unggulan itu adalah yang mempunyai beberapa kerjasama dengan perusahaan atau institusi lain untuk menyalurkan lulusannya di mana perguruan tinggi tersebut membekali kompetensi dan juga kepribadian dan karakter sesuai yang diminta dalam kerjasama tersebut.
anyway, Good Elaboration, sir. Keep Inspiring..:-)

Reply

Paradigma yang berkembang saat ini, "Perguruan Tinggi Unggulan" biasanya lebih maju dalam aspek fasilitas dan kualitas dosen. Dan jika PT non unggulan mampu mempunyai ciri khas agar berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, sehingga PT tersebut mempunyai nilai lebih dan keunggulan tersendiri, tentunya PT tersebut akan mampu bersaing untuk menciptakan para alumni yang tidak sulit mencari kerja. Tetapi tentunya ada dua faktor penentu sesorang bisa diterima kerja, yaitu faktor kemampuan dari calon karyawan. Kedua, adalah keberuntungan... :-)

Reply

Post a Comment