Berbagai Masalah yang Berpengaruh pada Pendidikan


Gubuk Maya: Peduli Pendidikan
Gubuk Maya kali ini akan memberikan informasi tentang Masalah yang Berpengaruh pada Pendidikan. Semakin terpuruknya kondisi bangsa Indonesia saat ini dari berbagai krisis, baik krisis ekonomi, krisis moneter, krisis politik dan bahkan krisis kepercayaan. Akibat dari berbagai krisis ini mengundang reaksi dari masyarakat, kita bisa melihat betapa seringnya kita disajikan tontonan di televisi tentang pertikaan antarsuku, pertikaian antaragama yang dikhawatirkan akan menjadi awal kehancuran runtuhnya NKRI. Gejolak lain yang tampak adalah munculnya tuntutan masyarakat dalam berbagai demonstrasi untuk menuntut hak dan kewajiban. Para kaum buruh menghendaki dinaikkannya upah minimum regional (UMR), dikalangan pegawai pemerintah melakukan demonstrasi agar gaji pegawai negeri dinaikkan, para guru demonstrasi dengan tuntutan agar gaji dan fungsional guru dinaikkan. Berbagai tuntutan dan demonstrasi tersebut seolah telah menjadi bagian dari fenomena di era melinium ketiga ini. Persoalan yang dihadapkan kepada kita adalah apa yang terjadi dan bagaimana kita menyikapinya dari sudut pandang pendidikan?.

Pendidikan sebagai suatu sistem pencerdasan anak bangsa, dewasa ini dihadapkan pada berbagai persoalan, baik ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Pada arus global, kita sementara berhadapan dengan tantangan globalisasi, peniadaan sekat-sekat ideologis politik, budaya dan sebagainya. Selain itu, kita menyelesaikan pesona peradaban yang disatukan oleh corak budaya yang sama, ekonomi yang sama, bahkan substansi kehidupan yang nyaris sama, globalisasi.

Di era Teknologi Informasi, istilah global seolah mengajak kita berhadapan dengan suatu media globe (bumi yang bulat) yang akan terlihat seluruh daratan dan lautan, negara, serta pulau yang tidak dibatasi oleh apapun. Demikian globalisasi, yang dalam prespektif perjalanannya menawarkan sebuah fenomena baru direntang sejarah peradaban manusia. Dahulu peradaban manusia tidak dapat diketahui, sekarang dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini apa yang terjadi di belahan bumi timur terakses ke mana-mana dalam limit waktu yang relatif singkat. Itulah sebabnya tugas dan tanggung jawab kita adalah bagaimana dapat memecahkan berbagai masalah yang berkembang di era globalisasi ini melalui pendidikan.

Berkenaan dengan hal itu, kita pun memiliki agenda masa depan untuk membuat tatanan internal baru dalam tubuh bangsa Indonesia. Reformasi yang telah kita terima keberadaanya di negara ini adalah bentuk agenda masa depan yang dimaksud. Reformasi menjadi wujud pertaubatan kita secara total terhadap berbagai kesalahan yang kita lakukan selama ini. Dengan demikian, ritus-ritus pertaubatan (reformasi) itu harus benar-benar berjalan hikmat, sistematis, dan tepat pada sasaran yang diinginkan. Sebagai bangsa yang besar, tentu kita tidak ingin melupakan pendahulu yang telah berjuang memulai pekerjaan besar untuk kemakmuran rakyat, tetapi bukan berarti kita tidak boleh membiarkan mereka berjalan tanpa koreksi dan antisipasi. Sebab apapun bentuknya, pembangunan merupakan jalan menuju sebuah perubahan. Dalam konteks sosiologis perubahan harus berjalan seiring dengan berbagai sistem yang menjadi komponen perubahan itu sendiri. Dalam hal ini, fungsi dan peran semua pihak, termasuk rakyat benar-benar menjadi tawaran mutlak.

Apabila pendidikan diposisikan sebagai alat untuk memecahkan masalah bangsa sekarang ini, sesungguhnya kita tidak terlalu banyak berbuat dari apa yang dihasilkan oleh pendidikan selama ini. Atau dengan kata lain, terjadi keterlambatan memposisikan pendidikan sebagai alat untuk mengatasinya. Mengapa demikian? Sebab untuk mengarahkan pendidikan kita yang dapat mengatasi masalah bangsa selama ini diperlukan produk pendidikan yang bukan otoritarisme, melainkan pendidikan yang dibangun pada budaya bangsa Indonesia yang mendunia atau kalau kita meminjam istilah dari tokoh pendidikan kita Ki Hadjar Dewantoro, pendidikan harus dibangun dengan menggunakan strategi Tri-Kon (Konvergen, Konsentris, dan Kontinuitas). Bagaimana  mengembangkan pendidikan dengan strategi Tri-Kon tersebut? Pelaksanaan otonomisasi pendidkan merupakan tawaran yang perlu diterapkan dan dikembangkan dengan baik. (Prof.Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd. "Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia")

Gubuk Maya: Semoga bermanfaat....^_^

Post a Comment